Di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung dan modern, kawasan perbatasan sering kali hanya dipandang sebagai wilayah administratif yang memisahkan dua negara. Namun, di balik batas geografis tersebut, tersimpan berbagai cerita mengenai budaya, spiritualitas, dan kekayaan alam yang justru membentuk identitas suatu daerah. Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu contoh bagaimana wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang negara, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan antara sejarah, wisata rohani, dan keindahan alam khas timur Indonesia. Salah satu ikon yang kini banyak menarik perhatian wisatawan dan peziarah adalah yang berada di kawasan Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak. Patung ini berdiri megah di atas bukit yang langsung menghadap laut, menciptakan perpaduan antara nuansa religius dan panorama alam yang sangat menenangkan. Menurut RRI Kupang, patung ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Kabupaten Belu dan banyak d...

Ternyata api bisa dibuat dari Es loh... ga percaya?? (iya sich, bukannya api lemah terhadap es??)..coba aja dech ikutin tutorialnya di bawah ini..
Alat dan bahan yang diperlukan:
1. Tempurung kelapa atau mangkuk.
2. Kertas dan plastik.
3. Air.
4. Lemari es.
5. Rumput kering atau benda yang mudah terbakar.
Langkah-langkah pembuatan:
Buatlah lensa cembung dari bahan es, caranya :
1. Tempurung/mangkok dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau mangkok).
2. Isi tempurung/mangkok dengan air.
3. Masukkan ke lemari es dan tunggu sampai membeku.
4. Pisahkan es dari tempurung.
Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput kering.
Comments
Post a Comment