Di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung dan modern, kawasan perbatasan sering kali hanya dipandang sebagai wilayah administratif yang memisahkan dua negara. Namun, di balik batas geografis tersebut, tersimpan berbagai cerita mengenai budaya, spiritualitas, dan kekayaan alam yang justru membentuk identitas suatu daerah. Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu contoh bagaimana wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai gerbang negara, tetapi juga menghadirkan ruang perjumpaan antara sejarah, wisata rohani, dan keindahan alam khas timur Indonesia. Salah satu ikon yang kini banyak menarik perhatian wisatawan dan peziarah adalah yang berada di kawasan Teluk Gurita, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak. Patung ini berdiri megah di atas bukit yang langsung menghadap laut, menciptakan perpaduan antara nuansa religius dan panorama alam yang sangat menenangkan. Menurut RRI Kupang, patung ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Kabupaten Belu dan banyak d...
Melalui Menpan-RB (Abdullah Azwar Anas) Presiden RI (Joko Widodo) memberikan arahan bahwa Kementerian dan Lembaga tidak boleh lagi membangun aplikasi baru. Hal ini dikarenakan telah beredarnya lebih dari 27.000 aplikasi akibat dari pengembangan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga dikhawatirkan masyarakat akan kesulitan untuk mengoperasikan setiap aplikasi yang ada. Fenomena ini memberikan ilustrasi terkait aspek tata kelola SPBE yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam lingkup nasional, pusat maupun daerah. SPBE Bagian dari Visi Pembangunan Nasional Latar belakang SPBE merupakan pejabaran dari visi Pembangunan Nasional 2005-2024 yakni “Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur” sebagaimana tertuang pada UU No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional tahun 2005-2025. Sehingga untuk mewujudkan visi tersebut, misi pembangunan nasional difokuskan pada aspek daya-saing, iptek dan reformasi-birokrasi yang dituru...